Seperti yang sudah kamu tahu, aku tahu, kamu bukan pelupa. Lebih dari itu, aku kenal kamu sebagai lelaki yang berani berpikir dan merasa. Maka, sungguh, aku sadar diri. Tulisan ini tak akan kamu beli. Tulisan ini terlalu miskin; tak punya cukup kata dan makna yang bisa membuatmu kaya dan gembira. Karenanya, aku tak perlu berharap ini dapat kamu baca, bukan? Karenanya, kini aku hanya berharap, aku dapat jujur. Aku paham, . Ini bukan waktuku untuk mengingatkan kamu - meskipun aku ingin - tentang bagaimana rasa asa dan doa yang pernah menghijau di sekujur kita. Tentang bagaimana kita meyakini, Tuhan akan segera merestui kita untuk berdua di semua masa. Ini waktuku untuk melepas rahasia, bahwa aku jatuh cinta. Ya. Aku jatuh cinta. Sudah, masih, bahkan seperti tak tahu akhir. Aku ingin tak suka, sebab ia bekerja dengan cara menewaskan dan menghidupkan aku sekaligus. Ini bukan hanya soal se...
Hanya sekadar coretan yang dihasilkan ketika bosan. Maka bacalah ketika bosan. Insya Allah akan terkesan๐