Langsung ke konten utama

Postingan

Kuberi percaya, Jangan Buat Kecewa

Sayang.. Kupanggil dirimu sayang, bukan karena hubungan. Bahkan sedikitpun kita tak pernah memiliki hubungan spesial apapun. Ini semata-mata hanya prasaan yg ku punya saat ini untukmu. Bahwa hari ini hingga nanti, kamulah sosok yg kusayangi itu.. Kamu tau.. Meski omongan orang bertebaran dimana-mana. Godaan datang dari arah yang tak kita duga. Tapi itu tidak membuatku menjadi membencimu. Kusebut sayang sebagai bentuk masih ada jiwa kasih dihatiku yg ku simpan untukmu Meski kabarnya kau disana bersama yang lain. Meski kabarnya kau menjalin hubungan yg dekat dengan yang lain. Meski katanya disana kau tak memiliki jarak dengan wanita lain. Meski kabar aneh-aneh menyerang hatiku. Meski kata mereka meremukkan jantungku. Tak masalah, aku tetap mempercayaimu, sebagai orang yang paling aku kasihi. Percayalah.. Hati ini tetap menjadi milikmu. Soal kita yg akan berjarak setelah ini jangan kau jadikan sebagai peluang untuk mendekati wanita manapun didepanku. Sungguhlah aku wanita yg ...
Postingan terbaru

Aku adalah rumah. Kau percaya?

Hari ke-4.. Hari ini aku tidak lagi harus memaksakan semua sesuai rencanaku, sebab dihari ini rencanaku sudah berhasil. Tiga hari terakhir, aku begitu jatuh dalam keterpurukan. Dalam keadaan yang sulit menerima kenyataan. Meski hatiku begitu menolak, mataku memejam, telinga ku tak ingin mendengar. Tapi ini lah sebuah kenyataan yang memang harus kuterima. "Jika kau tidak bisa bersama dengan orang yang kau sayangi,maka jangan memaksa!" Kalau agama islam adalah agama yang mencintai kedamaian, lalu bagaimana caranya kamu dapat berdamai dengan hatimu sendiri? Jangan sebut dirimu muslim bila kau tak mampu. Lalu bagaimana caranya kamu mendamaikan umat dinegeri ini, jika islam rahmatan lil'alamin itu tak tercermin padamu sendiri? 3 hari terakhir aku memaksa. Memaksa harus lupa. Memaksa harus ikhlas. Tapi, kemudian aku sadar, ketika kita ikhlas. Keterpaksaan itu seharusnya tidak pernah ada. Ahh.. aku terlalu jauh. Tapi begini.. Aku sedang berada dalam keadaan yang paling han...

Akhir November Yang Mengharukan

Dipenghujung malam november.. Kau tau, aku dikejutkan sebuah kabar yg menyebalkan. Dimalam itu, aku diberitahu bahwa kau kini telah dekat dengan wanita yg lain. Sedang aku masih dalam keadaan sangat mengharapkanmu. Ini rasanya lebih sakit dari prasaan yg dulu pernah ada. Rasanya luka yg lalu pernah aku rasakan, kembali bertubi-tubi menyerang prasaanku lebih dalam lagi. Aku seperti kehilangan asa atas setiap pengharapan. Aku seperti tidak mendapatkan izin untuk mencintai siapapun. Aku seperti menyesali mengapa aku bisa menaruh hati sedalam ini, hingga akhirnya terluka dengan cara yang tragis ini. Entah siapa yang salah, aku atau kamu, atau dia. Aku yang terlalu bodoh, atau dia yang terlalu jahat, atau kamu yang terlalu tega. Aku tidak pernah membayangkan ini akan terjadi kedua kalinya untukku, bahkan dengan orang yang berbeda. Dulu, Aku pernah menunggu orang hingga bertahun - tahun lamanya, sampai aku tak pernah membuka hati pada siapapun, sampai aku rapuh dan jatuh, dan tak ada ya...

Duduklah Disampingku

Aku ingin berbincang denganmu, namun bibirku kelu. Jika waktu masih sama, aku ingin duduk di sampingmu. Tak apa jika aku harus menahan semua kata yang harusnya aku sampaikan dan memilih mendengarmu menceritakan semua kegiatanmu. Tak apa, aku rela habiskan waktu dengan begitu. Paling tidak, aku tau kamu baik-baik saja dan bahagia. Tuan, boleh aku minta satu hal padamu?. Duduk saja sejenak di sampingku atau di hadapanku sembari kita nikmati secangkir kopi dan hujan yang masih menari-nari. Biarkan aku menatap lekat wajahmu. Menghafal setiap jengkal wajahmu itu. Jika aku terlupa pada waktu, aku masih bisa merasa lewat jemariku yang mengenal dengan detail wajahmu itu. Tuan, apapun yang terjadi dengan kita. Pun saat kita kembali menjadi asing, biarkan kau tetap menjadi lelaki kesayanganku. Tak perlu aku memaksakan hatiku untuk memilikimu. Melihatmu bahagia dan menjadi lebih baik itu sudah cukup bagiku. Aku sudah pernah menaruh harap terlalu besar, memaksa untuk memiliki hingga aku lupa ...

Ingin Berdua

  Aku tau, tidak ada yang lebih indah dari sekedar cinta yang didalamnya diselipkan pengertian dan perhatian, menjaga dan percaya, peduli dan mengasihi. Aku hanya selalu berangan, bagaimana bila nanti akhirnya aku dan kamu bisa disebut kita, dengan semua perjalanan yang dilalui berdua saja. Dengan hari-hari yg penuh dengan kebahagian dan tertawa. Aku mendambakan kamu hadir disampingku sebagai pasanganku. Berteman selayaknya teman, menemani selayaknya sahabat, menyanyangi layaknya keluarga, dan dikasihi layaknya pasangan. Suatu hari, dalam keterjagaan penuh lelah. Kita duduk di suatu tempat yg berdesakan. Lengan kita bersentuhan, dengan dibatasi pakaian. Aku memiringkan badan kesebelah kanan, menandakan sedang kelelahan. Dan kamu disampingku, menatap kearah depan. Meyakini sekali sedang menjaga wanitanya. Meski hanya beberapa waktu, aku bersyukur Allah menyelipkan kebahagiaanku bersamamu. Kamu menjadi tempat teraman dan ternyaman. Kamu tempat teduh disaat aku mengeluh. Ka...

Bukan karenamu, tapi dia

  Kamu akan lebih tau maksudnya, disakiti tanpa kau minta. Dikecewakan tanpa kau harapkan. Dunia seolah menyakitimu. Menempatkanmu pada posisi yang salah. Dimana harapan mulai membuatmu terjatuh dalam sekali. Kamu berusaha melawan dirimu sendiri. Berusaha untuk tidak kecewa, berusaha untuk terlihat biasa saja. Padahal kamu ingin sekali melampiaskan semua rasa. Ingin sekali semua orang paham akan rasa sakitmu. Tak ada yang lebih menyakitkan. Dari pertemanan yang tak mengerti akan keadaanmu. Yang tak paham akan rasa sakitmu, yang tak berusaha menjaga prasaanmu. Kamu berusaha terlihat baik-baik saja bukan berarti kau benar-benar dalam keadaan baik bukan? Kau memendam dan tak ingin mengatakannya pada siapapun bukan berarti kau benar benar tidak kecewa bukan? Kau berharap teman mu mengerti akan kamu. Mengerti apa yang menjadi kekecewaanmu tanpa kau ungkapkan. Tapi nyatanya tidak semua orang bisa paham tanpa kau jelaskan. Kau diam, tahan, tarik nafas kemudian menahan sesak yang begitu ...

Kuberi nama "Tulus"

Dari mu aku banyak belajar, Mencintai dengan tulus itu ternyata sangatlah indah. Darimu aku belajar menjadi orang yang baik itu sangatlah bermanfaat. Belajar jadi pribadi yang tulus tanpa berani modus. Belajar menjadi orang yang pemberani meski aku tau, aku tak pernah punya nyali. Belajar menjadi orang yg ikhlas meski dikhianati. Dengan segala kekuranganmu aku belajar menjadi sempurna, agar kamu bisa menganggapku tempat yg layak, tempatmu berbagi, tempat teduh dikala pana datang, dan hujan turun. Dengan segala kekuranganku pun kau lengkapi sampai aku tak bisa mengeluh lagi. Meski status kita hanyalah sebuah teman. Namun aku bahagia, sebab paling tidak aku selalu berharap pada penguasa agar ia tak membuat kita menjadi bermusuhan. Aku selalu merasa bahagia ketika aku masih diberi kesempatan untuk dapat bertemu denganmu, meski kita tak selalu menjalin komunikasi, tapi paling tidak, tak ada yg bisa melarang ku untuk menghubungimu kapanpun aku mau. Aku bersyukur sekali Tuhan mengh...