Langsung ke konten utama

Akhir November Yang Mengharukan

Dipenghujung malam november..
Kau tau, aku dikejutkan sebuah kabar yg menyebalkan. Dimalam itu, aku diberitahu bahwa kau kini telah dekat dengan wanita yg lain. Sedang aku masih dalam keadaan sangat mengharapkanmu.
Ini rasanya lebih sakit dari prasaan yg dulu pernah ada. Rasanya luka yg lalu pernah aku rasakan, kembali bertubi-tubi menyerang prasaanku lebih dalam lagi. Aku seperti kehilangan asa atas setiap pengharapan. Aku seperti tidak mendapatkan izin untuk mencintai siapapun. Aku seperti menyesali mengapa aku bisa menaruh hati sedalam ini, hingga akhirnya terluka dengan cara yang tragis ini.

Entah siapa yang salah, aku atau kamu, atau dia.
Aku yang terlalu bodoh, atau dia yang terlalu jahat, atau kamu yang terlalu tega. Aku tidak pernah membayangkan ini akan terjadi kedua kalinya untukku, bahkan dengan orang yang berbeda. Dulu, Aku pernah menunggu orang hingga bertahun - tahun lamanya, sampai aku tak pernah membuka hati pada siapapun, sampai aku rapuh dan jatuh, dan tak ada yang bersedia menolongku. Sampai kemudian kau hadir, membuka mata dan juga hatiku, bahwa sebenarnya kau memang layak untuk dicintai, Kau beri aku seluruh perhatian dan kepedulian, hingga aku yakin kaulah orang yg seharusnya dari dulu ku cintai.
Tidak lagi sekarang. Kali ini, kau orang yang berbeda namun berakhir dengan cara yang sama. Aku sangat mengharapkanmu, meletakkanmu ditempat yg paling dalam disisi hatiku, merahasiakanmu hingga jangan sampai ada yang tau, aku berharap agar ia tidak bisa direbut orang lain, namun kenyataan pahit menyadarkanku malam ini. Bahwa kamu yg kuharapkan dengan sangat, ingin melatihku menjadi lebih kuat. Bahkan lebih kuat dari sebelumnya.

Aku sampai kehilangan akal, air mataku tiba-tiba saja jatuh, sikap manismu memperlakukanku selama ini terbayang-bayang begitu saja. Lalu semua perhatian dan kepedulian itu tandanya apa? Apa aku yg terlalu berlebihan menyikapinya.
Apa memang kamu yg memperlakukan setiap wanita begitu?
Apa maksud dari semua kebaikan-kebaikan itu?
Apa maksud dari semua prasaan yg terus saja hadir ini?
Apa maksud dari semua hal yang ku anggap sebagai pengorbanan?

Ternyata aku salah selama ini, menjadikan kamu sebagai orang yg paling aku prioritaskan diantara siapapun, bahkan rela dengan sangat menghargaimu, membelamu walaupun kau salah, tetap sedia disampingmu meski hujatan datang padamu beribu kali.
Sampai selama ini..
Aku menjadi sangat bodoh!
Sangat tuli!
Sangat buta!
Kemudian akhirnya kini,
Aku kembali dibuat sangat bisu..
Sampai hatiku harus lebih memilih mati..
Dan tidak pernah jatuh cinta lagi.

Tapi, perlu kau tau, selepas ini..
"Kau tidak hanya kehilangan tempat dihatiku. Tapi kau juga akan kehilanganku selamanya"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Manusia sekejam itu

Ini tentang sebuah pengalaman. Aku pernah memiliki seorang sahabat,  yang darinya aku juga banyak belajar tentang bersyukur menjalani hidup,  sebab apapun yang kujalani berbanding terbalik dengan nya.  Apapun yang kurasakan,  berbeda dengan yg dirasakannya. Perjalanan hidup kami menyerupai,  namun tak sama persis.  Kami dekat, bahkan sangat dekat.  Kami kenal disebuah rumah Allah. Yang kuyakin, orang2 disana pasti orang yang baik2 semua. Disuatu hari..  kami banyak menghabiskan waktu bersama,  layak nya saudara yang tinggal satu atap satu teras, dan satu tempat tidur.  Mulai dari mentari yg baru naik, hingga matahari terlelap lagi.  Kita sering menghabiskan waktu disebuah tempat tongkrongan yang mungkin anak-anak seusia kami pun sering kesana.  Kami bercerita mengenai keresahan hidup kami,  tentang orang tua kami, keluarga kami,  cita-cita kami,  bahkan tentang kegelisahan hati setiap wanita seusia kami yaitu ...

Setiap hati

   Samar yang setipis kertas, di antaranya ada sebuah batas. Tidak ada peraturan yang begitu kuat untuk memisahkan antara cinta dan sebuah penyangkalan. Ketakutan punya sejuta kekuatan yang melebih-lebihi segala rasa saat ia mulai beraksi. Nyawa hati belum kembali pulih seusai ia habis-habisan disakiti oleh yang begitu ia cintai. Jika kini ia ditawari rasa yang serupa dengan apa yang dulu ada, hati hanya terlalu takut ia terburu-buru. Terlalu takut lagi-lagi ia tak berhati-hati. Caplah aku pengecut atau penakut, tapi ini upaya melindungi hati yang terlalu sering mencintai tanpa setengah-setengah. Hingga akhirnya, ia benar-benar patah. Dulu, cinta dan bahagia begitu sederhana untuk dimiliki. Namun sejak berkali airmata menjadi pertanda tibanya si peretak hati, percayaku mulai berkurang. Kukira sosok itu ditakdirkan untuk menemukanku, tapi nyatanya meremukkan. Bukannya aku mengasingkan diri tak mau lagi dicintai, pintu itu masih akan terbuka, tapi aku perlu ...

Duduklah Disampingku

Aku ingin berbincang denganmu, namun bibirku kelu. Jika waktu masih sama, aku ingin duduk di sampingmu. Tak apa jika aku harus menahan semua kata yang harusnya aku sampaikan dan memilih mendengarmu menceritakan semua kegiatanmu. Tak apa, aku rela habiskan waktu dengan begitu. Paling tidak, aku tau kamu baik-baik saja dan bahagia. Tuan, boleh aku minta satu hal padamu?. Duduk saja sejenak di sampingku atau di hadapanku sembari kita nikmati secangkir kopi dan hujan yang masih menari-nari. Biarkan aku menatap lekat wajahmu. Menghafal setiap jengkal wajahmu itu. Jika aku terlupa pada waktu, aku masih bisa merasa lewat jemariku yang mengenal dengan detail wajahmu itu. Tuan, apapun yang terjadi dengan kita. Pun saat kita kembali menjadi asing, biarkan kau tetap menjadi lelaki kesayanganku. Tak perlu aku memaksakan hatiku untuk memilikimu. Melihatmu bahagia dan menjadi lebih baik itu sudah cukup bagiku. Aku sudah pernah menaruh harap terlalu besar, memaksa untuk memiliki hingga aku lupa ...