Aku tau, tidak ada yang lebih indah dari sekedar cinta yang didalamnya diselipkan pengertian dan perhatian, menjaga dan percaya, peduli dan mengasihi. Aku hanya selalu berangan, bagaimana bila nanti akhirnya aku dan kamu bisa disebut kita, dengan semua perjalanan yang dilalui berdua saja. Dengan hari-hari yg penuh dengan kebahagian dan tertawa. Aku mendambakan kamu hadir disampingku sebagai pasanganku. Berteman selayaknya teman, menemani selayaknya sahabat, menyanyangi layaknya keluarga, dan dikasihi layaknya pasangan.
Suatu hari, dalam keterjagaan penuh lelah.
Kita duduk di suatu tempat yg berdesakan.
Lengan kita bersentuhan, dengan dibatasi pakaian.
Aku memiringkan badan kesebelah kanan, menandakan sedang kelelahan.
Dan kamu disampingku, menatap kearah depan. Meyakini sekali sedang menjaga wanitanya.
Meski hanya beberapa waktu, aku bersyukur Allah menyelipkan kebahagiaanku bersamamu.
Kamu menjadi tempat teraman dan ternyaman.
Kamu tempat teduh disaat aku mengeluh.
Kamu masih menjadi terhebat di dalam hatiku.
Dengan segala resahku, keberadaanmu disampingku mewakili segalanya. Mewakili perhatian yang tak kau sebutkan. Mewakili prasaan yg tak kau ungkapkan. Mewakili keterjagaan atas pertanggung jawaban. Semesta pun tau, hati ini kulabuhkan hanya untukmu. Satu satu nya pria, yang namanya masih kusimpan rapat didalam hati. Mungkin aku lihai menyembunyikannya. Sebab aku tak ingin kau sampai mengetahui, aku ingin ini menjadi rahasiaku bersama semesta, mungkin alam pun tau, seberapa seringnya ku sebut namamu.
Kumohon dengan segala pengharapan, ku ingin kami menjadi teman hidupku nanti. Sebab denganmu, kulihat kenyamanan yg paling aman itu ada
Komentar
Posting Komentar