Dari mu aku banyak belajar,
Mencintai dengan tulus itu ternyata sangatlah indah.
Darimu aku belajar menjadi orang yang baik itu sangatlah bermanfaat.
Belajar jadi pribadi yang tulus tanpa berani modus.
Belajar menjadi orang yang pemberani meski aku tau, aku tak pernah punya nyali.
Belajar menjadi orang yg ikhlas meski dikhianati.
Dengan segala kekuranganmu aku belajar menjadi sempurna, agar kamu bisa menganggapku tempat yg layak, tempatmu berbagi, tempat teduh dikala pana datang, dan hujan turun. Dengan segala kekuranganku pun kau lengkapi sampai aku tak bisa mengeluh lagi.
Meski status kita hanyalah sebuah teman. Namun aku bahagia, sebab paling tidak aku selalu berharap pada penguasa agar ia tak membuat kita menjadi bermusuhan.
Aku selalu merasa bahagia ketika aku masih diberi kesempatan untuk dapat bertemu denganmu, meski kita tak selalu menjalin komunikasi, tapi paling tidak, tak ada yg bisa melarang ku untuk menghubungimu kapanpun aku mau.
Aku bersyukur sekali Tuhan menghadirkanmu disaat - saat yg tepat, disaat aku merasakan patah hati yang sangat, disaat aku lupa caranya untuk kuat. Kamu hadir sebagai sosok yang hebat, memberiku pagi agar terus semangat.
Tuhan sangat menyangiku, dia hadirkan sosok seperti dirimu, yang cueknya terlalu, perhatiannya tak terus melulu, tapi selalu saja aku dibuatnya luluh.
Terus terang saja, hadirmu membuatku mengerti bahwa cinta tak harus memiliki, bahwa pertemanan jauh lebih hebat dari hubungan pacaran, dan darimu pula aku belajar, cinta yg didiamkan itu indah, mencintai tanpa perlu dicintai itu adalah ketulusan yg paling berarti.
14/9
Komentar
Posting Komentar