Langsung ke konten utama

Kuberi percaya, Jangan Buat Kecewa

Sayang..
Kupanggil dirimu sayang, bukan karena hubungan.
Bahkan sedikitpun kita tak pernah memiliki hubungan spesial apapun. Ini semata-mata hanya prasaan yg ku punya saat ini untukmu. Bahwa hari ini hingga nanti, kamulah sosok yg kusayangi itu..

Kamu tau..
Meski omongan orang bertebaran dimana-mana.
Godaan datang dari arah yang tak kita duga.
Tapi itu tidak membuatku menjadi membencimu.
Kusebut sayang sebagai bentuk masih ada jiwa kasih dihatiku yg ku simpan untukmu

Meski kabarnya kau disana bersama yang lain.
Meski kabarnya kau menjalin hubungan yg dekat dengan yang lain. Meski katanya disana kau tak memiliki jarak dengan wanita lain. Meski kabar aneh-aneh menyerang hatiku. Meski kata mereka meremukkan jantungku. Tak masalah, aku tetap mempercayaimu, sebagai orang yang paling aku kasihi.

Percayalah..
Hati ini tetap menjadi milikmu.
Soal kita yg akan berjarak setelah ini jangan kau jadikan sebagai peluang untuk mendekati wanita manapun didepanku. Sungguhlah aku wanita yg paling lemah untuk melihat itu. Aku tak pernah bisa menahan perihnya bila kau bersama yg lain didepanku.

Maka jangan pernah lakukan itu. Kumohon.
Meski aku diam bukan berarti aku setuju.
Meski aku menunduk bukan berarti aku tak lihat.
Meski aku tak disana bukan berarti aku tak dengar kabar.

Sayang..
Aku tak percaya perkataan mereka bukan berarti aku tak peduli.
Aku tak melihat bukan berarti aku tak merasakan.
Aku tak disana bukan berarti aku tak tau apa-apa.
Sungguh, sebenarnya prasaan ini menyiksaku.
Sangat menyiksa.
Bagaimana mungkin aku masih bisa terlihat biasa saja.
Sedang pisau menancap ditubuhku diarah yg tak kuduga.
Rasanya aku ingin sekali menanyakan semuanya padamu.
Agar curiga ku tak berlebihan, kecemburuanku tak kelewatan.
Ingin sekali rasanya aku tak menggubrismu ketika pesan masuk yg kuterima darimu.
Ingin sekali menolak semua tawaran darimu yg menyebabkan kita bertemu.
Ingin sekali menghilang pergi jauh darimu, agar ada sisi dirimu yg hilang saat tak ada aku.

Tapi aku tak ingin lemah, bukan pura-pura kuat.
Inilah kekuatan cinta, aku harus mematikan semua rasa kecewa, melupakan semua cemburu dan memajukan ego sendiri. Aku harus kuat mendengar semua perkataan yg melemahkan hati, aku harus tegar meski semua kabar telah bertebar. Aku percaya padamu, kau tidak akan pernah mengecewakan. Jika kau ingat, aku selalu katakan itu padamu
Sebagai bentuk aku selalu mempercayaimu.
Jaga hatiku, jaga jiwaku, jaga dirimu dari semua wanita yg nantinya akan membuatmu tergoda.

"Semoga apa yg ku semogakan itulah yg menjadi nyata. Dan apa yg diceritakan mereka hanya isu belaka"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Manusia sekejam itu

Ini tentang sebuah pengalaman. Aku pernah memiliki seorang sahabat,  yang darinya aku juga banyak belajar tentang bersyukur menjalani hidup,  sebab apapun yang kujalani berbanding terbalik dengan nya.  Apapun yang kurasakan,  berbeda dengan yg dirasakannya. Perjalanan hidup kami menyerupai,  namun tak sama persis.  Kami dekat, bahkan sangat dekat.  Kami kenal disebuah rumah Allah. Yang kuyakin, orang2 disana pasti orang yang baik2 semua. Disuatu hari..  kami banyak menghabiskan waktu bersama,  layak nya saudara yang tinggal satu atap satu teras, dan satu tempat tidur.  Mulai dari mentari yg baru naik, hingga matahari terlelap lagi.  Kita sering menghabiskan waktu disebuah tempat tongkrongan yang mungkin anak-anak seusia kami pun sering kesana.  Kami bercerita mengenai keresahan hidup kami,  tentang orang tua kami, keluarga kami,  cita-cita kami,  bahkan tentang kegelisahan hati setiap wanita seusia kami yaitu ...

Setiap hati

   Samar yang setipis kertas, di antaranya ada sebuah batas. Tidak ada peraturan yang begitu kuat untuk memisahkan antara cinta dan sebuah penyangkalan. Ketakutan punya sejuta kekuatan yang melebih-lebihi segala rasa saat ia mulai beraksi. Nyawa hati belum kembali pulih seusai ia habis-habisan disakiti oleh yang begitu ia cintai. Jika kini ia ditawari rasa yang serupa dengan apa yang dulu ada, hati hanya terlalu takut ia terburu-buru. Terlalu takut lagi-lagi ia tak berhati-hati. Caplah aku pengecut atau penakut, tapi ini upaya melindungi hati yang terlalu sering mencintai tanpa setengah-setengah. Hingga akhirnya, ia benar-benar patah. Dulu, cinta dan bahagia begitu sederhana untuk dimiliki. Namun sejak berkali airmata menjadi pertanda tibanya si peretak hati, percayaku mulai berkurang. Kukira sosok itu ditakdirkan untuk menemukanku, tapi nyatanya meremukkan. Bukannya aku mengasingkan diri tak mau lagi dicintai, pintu itu masih akan terbuka, tapi aku perlu ...

Duduklah Disampingku

Aku ingin berbincang denganmu, namun bibirku kelu. Jika waktu masih sama, aku ingin duduk di sampingmu. Tak apa jika aku harus menahan semua kata yang harusnya aku sampaikan dan memilih mendengarmu menceritakan semua kegiatanmu. Tak apa, aku rela habiskan waktu dengan begitu. Paling tidak, aku tau kamu baik-baik saja dan bahagia. Tuan, boleh aku minta satu hal padamu?. Duduk saja sejenak di sampingku atau di hadapanku sembari kita nikmati secangkir kopi dan hujan yang masih menari-nari. Biarkan aku menatap lekat wajahmu. Menghafal setiap jengkal wajahmu itu. Jika aku terlupa pada waktu, aku masih bisa merasa lewat jemariku yang mengenal dengan detail wajahmu itu. Tuan, apapun yang terjadi dengan kita. Pun saat kita kembali menjadi asing, biarkan kau tetap menjadi lelaki kesayanganku. Tak perlu aku memaksakan hatiku untuk memilikimu. Melihatmu bahagia dan menjadi lebih baik itu sudah cukup bagiku. Aku sudah pernah menaruh harap terlalu besar, memaksa untuk memiliki hingga aku lupa ...